Hallo semuanya, hari ini kita akan share sebuah wacana bagus.
Kadang kita merasa bahwa diri kitalah yang paling pintar dan kita menjadi sombong. 
Berhati-hatilah! 
Sebab semakin kita sombong justru semakin sulit kita mendeteksi kebodohan kita.

Ketika kita melakukan suatu "KEPINTARAN" di luar norma-norma kebiasaan yang biasa terjadi, orang akan menganggapnya sebuah kebodohan atau menghambur-hamburkan sesuatu. 
Europides dari Yunani pernah mengatakan, 
“Jika kamu berbicara hal yang masuk di akal pada orang bodoh, mereka akan memanggil kamu si bodoh.”

Starbuck menjadi pelopor cafe yg memberikan WiFi gratis. 
Di saat Starbuck memulai usahanya itu, restoran dan cafe biasanya tidak mau menyediakannya. 
Mengapa? 
Karena mereka ingin agar pelanggannya terus berganti, bukannya duduk berlama-lama main atau bekerja di sana sehingga pelanggan lain sulit cari tempat duduk. 
Belakangan, "kebodohannya" ternyata terbukti sebagai sebuah kepintaran.

"The difference between stupidity and genius is that genius has its limits." 
Perbedaan antara kebodohan dan jenius adalah jenius mempunyai keterbatasan. 
(Albert Einstein)

Nah teman-teman semoga wacana ini bisa mengoreksi diri kita dan share ke teman-teman kamu yang ingin wacana ini juga. 
Thank You

 

×

Powered by WhatsApp Chat

× Kontak Whats App CS