Hello teman-teman, kali ini kita punya info bagus.
Dewasa ini, menyimpan data seperti foto atau video tidak melulu di memori internal smartphone atau komputer. 
Ada cara lebih mudah, aman dan canggih, yaitu penyimpanan di cloud. 
Bisnis 'penyimpanan awan' pun berkembang pesat, salah satu pelakunya adalah Box.

Box digagas oleh pemuda bernama Aaron Levie
Perusahaan Box yang ia dirikan saat ini bisa digunakan di hampir semua platform perangkat mobile, baik Android, BlackBerry, iOS, WebOS dan Windows Phone.

Keberhasilan Box tentu saja berkat tangan dingin Aaron Levie. 
Bersama kedua temannya, Dan Levin serta Dylan Smith, pemuda berambut awut-awutan itu mendirikan perusahaan Box pada tahun 2005.

Demi mengembangkan Box, Levie memilih drop out dari kuliahnya di University of Southern California. 
Ya, mirip mirip dengan kisah beberapa entrepreneur teknologi lain yang memutuskan berhenti kuliah dan serius mengembangkan perusahaannya.

Perjudiannya tidak sia-sia. 
Meski umurnya masih 32 tahun, Levie menurut estimasi sudah mengumpulkan kekayaan di kisaran USD 100 juta atau lebih dari Rp 1 triliun.

Perjuangan Keras
Waktu itu statusnya memang masih mahasiswa biasa. 
Modal untuk mendirikan Box pun tak begitu banyak.

"Waktu itu kami hanya menghasilkan sedikit uang. Aku hanya digaji USD 500 per bulan dan suka makan mie instan atau spagheti" ujaarnya
"Dan dalam dua setengah tahun pertama, aku tidur di matras di kantor. 
Seperti hidup di kapal selam saja. Aku bangun dan terus bekerja," tambah Aaron.

"Kamu perlu memiliki disiplin dan kegigihan agar sukses dalam kehidupan. 
Kamu harus kerja keras dan tidak banyak gaya. 
Itu berlaku untuk setiap orang," tambahnya lagi

Semoga info kali ini menjadi inspirasi buat kita semua. 

× Kontak Whats App CS